Budaya Gendang Beleq terkait dengan konsep gelombang bunyi

Permainan Egrang terkait
dengan konsep dinamika
partikel

Peresean menggunakan
konsep dinamika gerak

Permainan Angklung terkait dengan konsep gelombang bunyi

Budaya bajak sawah dengan kerbau menggunakan konsep dinamika gerak

Tradisi angkat rumah menggunakan konsep dinamika gerak

Setiap kearifan lokal di Indonesia dapat dianalisis konsepnya menggunakan konsep sains. Proses bridging antara budaya dengan ilmu pengetahuan alam menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Oleh karena itu, pembelajaran pada bahan ajar ini akan mencoba menganalisis konsep fisika terkait dinamika gerak pada salah satu kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Dinamika Gerak

Fenomena Etnosains Terkait Materi Hukum Newton tentang Gerak

Fenomena Etnosains 1: Tarik Tambang

Tarik Tambang merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang mendunia. Di Indonesia, permainan Tarik Tambang sudah tidak asing lagi bagi bagi semua kalangan. Ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun sejak zaman dahulu. Belum jelas sejak kapan dan dari mana asal dari permainan ini. Tarik Tambang juga digunakan untuk melatih kekuatan fisik orang-orang pada masa dahulu. Perlengkapan yang diperlukan dalam Tarik Tambang hanya sebuah tali yang kuat. Tarik Tambang dimainkan secara beregu oleh dua tim. Permainan tarik tambang hanya memerlukan sebuah tali tambang. Bahan pembuatan tali ini dari serat. Panjangnya sekitar 20 sampai 50 meter. Bagian tengah dari tali diberi tanda dengan kain atau cat berwarna merah. Sementara pembatas tiap tim pada tali diberi jarak sekitar 2,5 meter dari batas tengah. Salah satu konsep fisika yang dapat dieksplorasi dari etnosains Tarik Tambang adalah konsep dinamika gerak. Bagaimana gaya yang dibutuhkan agar setiap pemain dapat mempertahankan posisinya? Berapa besar percepatan serta gaya gesek yang dialami setiap pemain? Ini akan menjadi pembahasan yang sangat menarik dan membutuhkan kemampuan berpikir untuk dapat memahaminya.

Fenomena Etnosains 2: Cidomo

Cidomo/Cikar/Dokar adalah alat transportasi tenaga kuda yang khas di Lombok dan Indonesia. Secara fisik kendaraan ini mirip dengan delman atau andong yang terdapat di pulau Jawa. Perbedaan utama dari delman atau andong adalah cidomo menggunakan roda mobil, bukan roda kayu. Sampai saat ini, alat transportasi ini masih menjadi sarana transportasi utama, terutama pada daerah-daerah yang tidak dijangkau angkutan publik dan daerah-daerah sentra ekonomi rakyat seperti pasar. Pada konsep gerak cidomo juga terdapat konteks ilmiah yang juga perlu dieksplorasi. Baik dari konsep gaya tarik, gesekan roda dengan tanah, serta kemampuan kusir dalam menyeimbangkan cidomo menjadi hal yang sangat menarik untuk dibahas khususnya pada dinamika gerak.

Fenomena Etnosains 3: Balap Bakiak

Sebuah permainan adat yang berasal dari Sumatera Barat yang disebut “Balap Bakiak” menggunakan konsep hukum pertama Newton untuk dapat memainkan dan memenangkannya. Balap bakiak adalah permainan bakiak yang populer di Indonesia terutama pada even 17 Agustusan. Lomba bakiak biasanya dilakukan oleh tiga orang atau lebih dengan berjalan di atas papan kayu yang diberikan pengait untuk kaki. Para pemain harus kompak dalam melangkah supaya tidak terjatuh. Olahraga yang terlihat cukup aneh ini melibatkan tiga orang dalam satu tim yang berlari dengan papan kayu yang sama. Papan kayu tersebut memiliki panjang satu meter dengan lebar kurang lebih 9 cm dan tebal 3 cm.
Kemenangan dari permainan ini menggunakan konsep kestabilan setiap pemain. Oleh karena itu, total gaya yang diberikan oleh pemain pertama, kedua dan ketiga harus bernilai sama, agar mereka tetap seimbang, dan bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga tidak terjatuh. Perbedaan konsep gaya dan tarikan dalam fenomena etnosains yang sudah dijabarkan sebelumnya menjadi hal yang menarik untuk diamati dan dianalisis dalam konteks ilmiah. Jika kita mempelajarinya dalam konteks sains saat ini, maka dapat dikaitkan dengan konsep dinamika gerak, yaitu mekanika Newtonian. Salah satu inferensinya adalah bagaimana perbedaan gaya yang diberikan pada setiap gerakan yang dilakukan? Serta bagaimana gaya mempengaruhi keadaan suatu benda? Untuk memahami hal ini, pemahaman terkait konsep dinamika gerak, jenis gaya, serta ketiga hukum Newton perlu ditingkatkan dan dieksplorasi lebih jauh agar dapat mengintegrasi setiap konsep ilmiah di dalam fenomena etnosains yang ada.